Tweet

Berbagi Buku bersama Komunitas

Hari ini heboh ngumpul bersama teman-teman komunitas infoGRESIK. Sebenernya sudah biasa sih ngumpul-ngumpul sama mereka. Jadi ga terlalu kaget sih kalo heboh. heheee..

Menyusuri Sejarah dan Budaya Gresik ; Kampoeng Kemasan

Kota Gresik merupakan kota kecil. Tapi Gresik adalah kota tua yang menyimpan segudang peninggalan bersejarah dan budaya yang tersebar di beberapa wilayah. Sangat disayangkan jika berbagai hal menarik yang bisa diungkap tersebut hanya menjadi rahasia yang tak diketahui banyak orang.

Damar Kurung | Warisan Budaya Gresik

Damar Kurung adalah salah satu aset kebudayaan gresik. Masmundari lah seorang pelukis yang membuat lukisan untuk Damar kurung yang menjadi ciri khas kota Gresik.

beastly | serupa beauty and the beast

Tau cerita tentang Beauty and the beast kan? Nah.. kalo menurutku, film ini ceritanya hampir sama lah dengan dongeng tersebut.

Limitless ; keajaiban pil NZT

Film ini bercerita tentang seorang penulis bernama Eddie Morra yang hidupnya hampir hancur. Tulisan yang belum selesai, diputusin cewek yang didekatinya Lindy (Abbie Cornish), kamar berantakan dan ekonomi yang cukup memprihatinkan.

Selasa, 21 Mei 2013

Menjinjing Sepatu Dari The Voice Indonesia


bareng Billy Simpson
Ada yang suka nonton acara ajang pencarian bakat menyanyi, The Voice Indonesia, yang disiarkan oleh Indosiar?
Sudah 3 minggu ini tiap hari minggu malam, aku mendapat kesempatan untuk nonton The Voice Indonesia live dari studio 5 Indosiar berkat ajakan rusabawean. Mulai dari LiveShow 2, LiveShow 3, hingga kemarin LiveShow 4.

Ngeliat langsung mereka nyanyi di panggung secara live dengan nonton melalui siaran televisi rasanya memang berbeda. Terang sajalah. Kan kalau nonton live di studio, kita bisa liat segala sisi panggung yang tak disorot oleh kamera. Bahkan salah satu yang menurutku serunya dari nonton live itu, bisa liat para crew televisi sibuk wira-wiri. Mulai dari menyiapkan properti panggung yang harus disiapkan dengan cepat hanya dalam waktu beberapa detik saat jeda, atau menyaksikan juru kamera berlarian mengelilingi panggung dengan menggendong kamera yang -sepertinya- cukup berat. WOW! Pasti bukan pekerjaan yang mudah!

Pertama kali nonton live, aku pikir ini akan seperti nonton film di bioskop. Kita bisa duduk manis sambil makan popcorn atau cemilan lain. Ya seperti itulah. Tapi ternyata aku salah. Saat nonton siaran live dari studio, ada aturan yang melarang penonton membawa makanan atau minuman ke dalam ruangan. Mungkin biar kelihatan rapi kali ya kalau di shot kamera. Atau mungkin juga biar tidak mengotori studio. Yah...bisa jadi :D

Euforia nonton live di studio sama nonton di depan televisi memang beda juga sih.
Kalau di studio, berasanya jadi lebih dekat ke kontestan atau juri yang hadir. Riuh sorak-sorai para pendukung juga lebih kerasa. Meski teriakannya kadang bikin telinga sakit :D
Feel kontestannya juga lebih terasa. Apalagi ketika saat detik-detik pengumuman kontestan yang akan pulang. Behh... jadi ikut deg-degan!

Omong-omong soal acara The Voice Indonesia-nya sendiri, ajang pencarian bakat yang satu ini memang memiliki kontestan yang kemampuan menyanyinya tak bisa dianggap remeh. Rata-rata para kontestan memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang jago nyanyi keroncong padahal usianya masih muda (semuda saya *plak*), ada kontestan yang pernah menjuarai lomba nyanyi di korea selatan juga (wuih..), trus ada juga kontestan yang ternyata pintar di bidang akademis. Lulus kuliah di UI dengan predikat Summa Cumlaude! Wuih..keren yaa!

Salah satu kontestan yang aku suka itu Luise. Dari awal liat dia perform, udah suka sama gaya nyanyinya. Tapi sayangnya, minggu kemarin dia harus pulang. Udah gak bisa liat dia perform di panggung The Voice Indonesia lagi deh :(

aku-rusabawean - perpisahan bareng Luise
Untuk minggu depan, masih ada 8 kontestan lagi yang lolos ke LiveShow 5. Mereka adalah Pritta, Billy, Tiara, Ferdinand, Agseisa, Abdi, Leona dan Saptoto. Ke-8 kontestan yang lolos ini emang kemampuan nyanyinya bagus-bagus sih.

8 kontestan yang lolos LiveShow 5
Yang tak bisa dilupakan dari moment nonton Live dari studio kali ini adalah ketika pulang nonton, kita harus jinjing-jinjing sepatu dan angkat celana tinggi-tinggi.
Kenapa? Karena malam itu sejak maghrib, hujan jatuh dengan begitu derasnya. Alhasil bisa dibayangkan malam harinya banyak daerah di jakarta yang terendam air. Termasuk jalan raya di halte Indosiar.
Jadi.. demi agar sepatu tidak basah dan mengeluarkan bau yang tidak diinginkan - mending copot sepatu, angkat celana tinggi-tinggi, menerjang banjir dan menjinjing sepatu dengan manisnya. Indah sekali! :D

Jumat, 10 Mei 2013

Balada Mudik Lebaran Ria

Ini cerita tentang betapa ribet nya mudik ke kampung halaman pada saat menjelang lebaran.
Yaah...secara ini tahun pertama aku mudik dari jauh. Tahun-tahun sebelumnya paling cuma mudiknya dari Bangkalan, Madura. Deket. Naik motor dan kapal cuma sekitar 2jam. Nah ini... Jakarta-Gresik kan lumayan jauh!

Beberapa hari ini aku ribet dan galau gegara urusan tiket.
Lagi? Iya!
Tiket apa? Super Junior lagi? Salah satunya!
Salah duanya? (apaan ya salah dua segala?) Lainnya tiket apalagi? Tiket kereta buat mudik lebaran!
Hah lebaran? Kan masih lama banget tuh. Ramadhan aja belum kan? Iya emang! Tapii... tiketnya tuh pada pesennya sekarang >_<

Bayangin aja yaa,
Lebaran tuh bulan Agustus. Sekarang masih bulan Mei, dan... tiket keretanya tuh udah pada habis! Nahloh! Gak dapet tiket gak bisa mudik dong!?

via tiket.com

Sebenarnya bukan gak bisa mudik. Cuma susah bok! Mau mudik pake bus? Bisa. Cuma lama banget! Pas hari biasa aja (berdasar pengalaman pribadiku), aku dari jakarta malem, nyampe gresik besok malemnya. Nah gimana kalau pas arus mudik gitu? Ketimbang ngabisin waktu buat lama di jalan doang, mending cari alternatif kendaraan lain lah.

Alternatif lain sih ada pesawat. Cepet emang! Gak nyampe 2 jam dari Jakarta udah tiba di Surabaya. Tapii... (selalu ada tapi), harga tiketnya jelas lebih mahal dari perjalanan darat dong! Dan ini lumayan memberatkan kantong saya (T__T)

Setelah semedi berabad-abad lamanya, akhirnya yasudahlah pesen tiket pesawat aja. Ketimbang lebaran malah gak mudik yakan?

Yang pasti untuk balik ke Jakartanya sih semoga kebagian tiket kereta. Jadi kan lumayan gak terlalu memberatkan isi kantong tuh :D

Selasa, 07 Mei 2013

Kota Tua Jakarta - Napak Tilas Atau Belanja?

Sejak tinggal aku di Jakarta beberapa minggu ini, setiap weekend -hampir- selalu dan selalu menghabiskan waktu bareng gank tri idiot, fazza dan triant. Kerjaannya apalagi kalau bukan cuma jalan-jalan gak jelas atau nongkrong sambil menggosip dengan ditemani 1 gelas cappuchino cincau (biasanya kami sebut CapCin). Yaaah..kebetulan kami bertiga demen sama cappuchino cincau, dan tempat favorit kami -yang mulai terasa membosankan buatku- adalah di Blok M Square.

Bermula dari ajakan Fazza yang lebih dulu mendengar tentang Kota Tua dan rasa penasarannya yang menular ke aku, akhirnya weekend kemarin (Sabtu, 04 Mei 2013) tujuan meng-geje kami adalah Kota Tua Jakarta. Pengen tau gimana wujud Kota Tua Jakarta. Apa yang membuat beda Kota Tua Jakarta dan Kota Tua Gresik?

Sabtu pagi, heboh lah kami bertiga berkomunikasi untuk trip hari itu. Karena menurut yang Fazza dengar, suasana di Kota Tua Jakarta lebih bagus kalau sore hari. Sedang Triant, tiba-tiba saja SMS ngajakin ke Blok M Square. Ditanya mau ngapain, jawabannya "Pengen beli Es CapCin". Nahloh penting banget kan?!  -_____-
Oke, akhirnya diputuskan ke Blok M Square terlebih dahulu baru sore harinya kami ke Kota Tua.

Untunglah, ternyata dari Blok M ke Kota Tua transportasinya cukup mudah. Tinggal pake busway sampai stasiun kota, dengan biaya 3.500 rupiah saja. Setelah itu cukup jalan kaki sebentar dari Stasiun Kota ke Kota Tua.

Begitu sampe di Kota Tua, aku sedikit kaget.
Bangunannya memang bangunan tua. Tapi... ada apa dengan suasananya? Di jalan setapak Kota Tua kenapa isinya kebanyakan pedagang kaki lima? Mulai dari berjualan baju, sepatu, macam-macam aksesoris, jasa foto hingga tukang ramal. Tidak seperti di tempat-tempat tujuan wisata biasanya, para pedagang disini menjual barang dagangannya dengan harga yang cukup murah. Lumayan memang kalau mau berbelanja.

Aku sendiri melihat beraneka barang yang bisa aku dapatkan dengan harga murah, jujur saja langsung tergoda. Lapar mata. hahahaa.
Tapi balik lagi ke tujuan awal, tujuan ke Kota Tua mau ngapain? Jalan-jalan untuk belanja atau napak tilas?

pedagang di sisi kanan-kiri jalan

Salah satu sudut Kota Tua Jakarta

Ice Cream teman nongkrong Tri Idiot di Kota Tua Jakarta
Memang benar kata Faza, suasana di Kota Tua Jakarta memang sepertinya paling seru di Sore hari menjelang malam atau malam hari. Bukan di pagi atau siang hari.

Kita bisa nongkrong sore sambil menikmati eskrim dan menyaksikan beragam aktivitas di Kota Tua.
Ada yang menggunakan jasa rental sepeda-sepeda cantik lengkap dengan topi warna-warni yang match dengan warna sepeda, foto-foto dengan model-model dadakan yang disediakan disana seperti model dengan pakaian ala pengantin wanita belanda, tentara yang tubuhnya di cat penuh warna, atau sekedar duduk-duduk menanti senja.


Sepeda warna-warni yang disewakan untuk keliling kota tua
Sayangnya, suasana menyenangkan di Kota Tua harus rusak karena banyaknya pengemis dan pengamen yang beroperasi. Mulai dari pengamen tunggal, kelompok remaja sampai anak-anak. Menyebalkan bukan kalo hampir tiap 3 menit selalu ada pengamen yang nyamperin? *sigh*

sayang sekali anak sekecil ini sudah belajar ngamen
Hampir selalu ada 1 bangunan yang paling istimewa dibanding yang lain bukan?
Kalau di Kota Tua, bangunan tersebut adalah Museum Sejarah Jakarta yang dulunya adalah balai kota Batavia, kantor gubernur jendral VOC.

Museum Sejarah Jakarta

Suasana Sore di sekitar Kota Tua Jakarta


Ngeksis bareng Faza dulu lah ^^
Tempat pensil oleh-oleh dari Kota Tua Jakarta
Jadi seperti itulah ternyata Kota Tua Jakarta. Sedikit berbeda dengan Kota Tua Gresik :)
Tripria : Kota Tua Jakarta - 04 Mei 2013 Slideshow: Niyasyah’s trip to Jakarta was created with TripAdvisor TripWow!

Jumat, 03 Mei 2013

Dahsyatnya Super Junior dan ELF INA

Hati yang gundah gulana, tubuh yang lemah bagai tak bertulang.
Hari ini - Jum'at, 03 Mei 2013 - tiket SS5INA (Super Junior Show 5 di Indonesia) resmi dibuka penjualan online via tiket.com. Hati berdebar hebat begitu jam menunjukkan tepat pukul 10.00 WIB. Karena ada begitu banyak orang, terutama ELF (Super Junior fans), yang mengakses situs tersebut pada saat bersamaan, jadi agak lama untuk di akses. Ini yang aku takutkan sejak semalam ketika pengumuman mengenai penjualan online diumumkan. Dan benar...

Pukul 10.05 aku baru berhasil masuk ke halaman penjualan tiket SS5INA.
Dan...tau apa yang terjadi?? TIKET SS5INA seat BRONZE untuk hari Sabtu (01 Juni 2013) dan Minggu (02 Juni 2013), ternyata sudah SOLD OUT! S-O-L-D O-U-T dalam 5 menit!!! Gilaaa (T__T)

screenshot situs penjualan tiket SS5INA
Rasanya langsung lemas begitu melihat tampilan layar Leptop.
Tangan udah keluar keringat dingin, rasanya udah mau nangis aja!

Sungguh dahsyat sekali ELF INA ini. Super Junior benar-benar menempati posisi spesial di hati para ELF. Dalam 5 menit seat BRONZE dan beberapa seat STAND habis terjual!

Dan hebatnyaa... begitu teman-teman ku tau aku galau kehabisan tiket, mereka bukannya turut berduka atas kesedihanku, mereka malah tertawa bahagia diatas penderitaanku. Sungguh terlalu ya teman-teman ku yang baik hati itu >_<

Okee..
Tiket seat lain memang masih ada. Tapi masalahnya adalah kondisi keuanganku yang kurang mendukung :'(
Mau belain diri beli tiket yang diluar kemampuan terus 1 bulan ini gak makan gitu? Aish... akal sehatku tidak membenarkan hal itu. Sungguh gak lucu kalau aku terlantar di perantauan, kehabisan duit gara-gara beli tiket konser :'(

*mencoba menenangkan diri*

Keep Calm Niya!!!
Kemungkinan untuk bisa nonton konser live masih ada yaa! Mari berdoa saja bisa menangin tiket gratis dari para sponsor, atau ada orang yang mau berbaik hati ngasih aku tiket gratis!
Toh gaada yang gak mungkin kan? *elus dada*

Kamis, 25 April 2013

Eru Concert In Jakarta | Sule dielu-elukan


Sabtu, 20 April 2013. Tiba-tiba dapet Bbm dari temen kantor...


Nahloh, dapet free tiket? Gimana mau nolak coba?! Secara aku penggemar Kpop gitu. Yaah...meski sebenarnya bukan penggemar Eru dan gak terlalu tau tentang lagu-lagunya Eru sih. Jadwal konsernya malam itu aja sebenernya gak tau jugaa :D


Tapi kan... sayang banget kalo di biarkan masuk tempat sampah gitu aja. Jadi yaa... Ambil dehhh! ^^



Lumayan kan..tiket gratis! Dan lagi, lokasi konsernya juga gak jauh sama kos aku :)
(dasarnya emang suka gratisan :D )

Rejeki yang gak disangka-sangka. Yahh...mudah-mudahan aja sering dapet free ticket kayak gini. Aku pasti bakal girang banget tuh! Terutama free ticket untuk Super Junior Show 5 di Jakarta tanggal 1-2 Juni besok :D *ngarep*



Oke... *kembali ke topik*

Kedatangan Eru di Jakarta kali ini adalah untuk "Eru Concert di Jakarta 2013 with Kpop". Jadi bukan konser Solo Eru. Karena selain Eru, ada penyanyi Kpop lainnya. Seperti Ailee, dan Bae Chi gi.

Karena ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Gelora Bung Karno (Lapangan D Senayan berlokasi di area Gelora Bung Karno), jadi saya tak taulah dimana lokasi Lapangan D senayan itu. Toleh kanan-kiri, eh ada pak satpam. Saya samperin si bapak..

Aku     : Pak...
Satpam  : Lapangan D silahkan lurus, mentok, belok kanan...
Aku     : *melongo* Lah pak, saya kan belum bilang apa-apa
Satpam  : Udah keliatan mbak dari mukanya. Muka-muka penggemar Kpop gitu..
AKu     : -____-" *gak tau kudu seneng atau gimana 


Konser yang dimulai pukul 19.30 wib ini sudah dipadati penggemar sejak siang hari. Beberapa bahkan datang dari luar Jakarta demi menikmati konser sang Idola.


Antrian Penukaran Tiket
  

Tiket untuk seat Platinum
Dalam konser ini, Eru terlihat berusaha untuk memuaskan para penggemar di Indonesia. Terbukti selain mencoba menyapa penggemar dengan menggunakan bahasa Indonesia, Eru juga menyanyikan kembali lagu Indonesia, berjudul Kemesraan by Iwan Fals yang pernah dia bawakan pada acara Music Bank Jakarta duet dengan Hyorin Sistar. Meski sebelumnya Eru sempet curcol kalau menyanyikan lagu Indonesia itu susah, karena faktor beda bahasa. Namun Si pangeran ballad ini mampu membuktikan bahwa dia penyanyi professional yang bisa menyanyikan lagu itu dengan baik meski beda bahasa. 

Tentu saja konser Eru di Jakarta berlangsung sangat meriah. Selain menyanyikan lagu-lagunya yang dijadikan OST drama dan film, Eru juga menyanyikan beberapa lagu terkenal dari beberapa Idol. Seperti lagu "Insomnia - Craig david" yang diubah dengan bahasa Korea, "Lonely - 2ne1", "Fantastic baby - Bigbang", "Sorry-sorry - Super junior", juga "Trouble Maker -Hyuna & Hyunseung". Penggemar menjadi semakin antusias menikmati konser ini. Ketika para penggemar memberikan bunga untuknya, Eru mau bersusah payah untuk mengambil bunga-bunga itu dengan wajah yang berseri-seri.

Perform Eru
(by: Mustika Ayu Kusumo)
Salah satu yang menarik dari Konser ini adalah ketika penggemar yang datang meneriakkan nama Sule beberapa kali, berharap Sule segera bernyanyi di atas panggung. Rupanya, Sule menjadi salah satu guest star yang ditunggu-tunggu :))
Sule sendiri ketika diatas panggung, mengatakan kalau dia sangat bangga bisa berpartisipasi dalam konser Eru.

Duet Eru - Sule
Selain Sule, rupanya ada Atiqah Hasiholan juga yang hadir pada konser malam itu. Meski sayangnya, Atiqah hanya sekedar menyapa para penonton, bukan untuk menyanyikan lagu duetnya dengan Eru untuk soundtrack Film Indonesia "Hello Goodbye".

Dalam kesempatan malam itu, Eru menyampaikan rasa terima kasih untuk cinta dari para penggemar di Indonesia yang begitu besar untuknya. Eru mengaku, awalnya dia bahkan ragu lagunya bisa disukai oleh orang Indonesia. Mengingat saat ini, kebanyakan Idol Korea Selatan yang begitu diidolakan adalah grup Kpop seperti Boyband dan Girlband. Sedangkan dia hanya seorang penyanyi ballad.
Namun ternyata dia dan lagunya bisa diterima dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Saking berterima kasih dan terharunya, Eru menyampaikan rasa terima kasihnya dengan mata berair. Apalagi saat itu penggemar terus-terusan berteriak "Eru Oppa saranghae..." "Eru Oppa Saranghae..."

Oiya, hampir lupa!
Malam itu terasa begitu panas membara karena ERU tiba-tiba ganti kostum di atas panggung dengan dibantu oleh stylist-nya. Otomatis penggemar berteriak histeris melihat hal itu. Meski Eru gak benar-benar telanjang dan itupun ditutup oleh semacam tabir/penghalang diatas stage. Jadi penonton cuma bisa melihat Siluet Eru yang sedang ganti kostum. *mimisan*

Meski konser sudah berlangsung lebih dari 2jam, para penggemar rupanya belum terpuaskan. Mereka berteriak-teriak meminta Encore, hingga mengalunlah lagu " I'm the best - 2ne1 " sebagai backsound untuk VCR encore di Eru Concert with Kpop di Jakarta.

Sebenarnya, waktu itu ditanganku masih ada sisa 2 tiket kelas festival yang sudah aku woro-worokan di twitter. Tapi karena terlalu mendadak, jadi gak ada yang bisa datang ke lokasi dan pakai tiket itu. Sayang sekali yaa :(
2 tiket festival yang gak terpakai
Niyasyah di Eru concert with Kpop ^^



Kurang lebih sekitar 2,5 jam Eru dan beberapa Kpop idol lainnya menghentak Jakarta hingga membuat area Lapangan D Senayan terasa panas menggelora. Konser berakhir dan para penggemar pun pulang dengan wajah gembira :)






Anyway...
Makasih banget buat mbak Ayu atas ajakan nonton konsernya. Sering-sering ya ngajakin aku nonton konser (gratisan) kayak gini ^^

Jumat, 19 April 2013

Jakarta - Ibu kota meneriakiku

Siapa sih warga negara Indonesia yang gak tau ibu kota Indonesia itu Jakarta? Kota yang padat penduduk dan kebanyakan adalah pendatang. Kota yang tingkat kriminalnya tinggi. Kota yang rawan banjir, terkenal macet dan -katanya- lebih kejam dari ibu tiri. Yeah.. banyak orang yang bilang kalau ibu kota itu lebih kejam dari ibu tiri.

Karena saking banyaknya yang bilang begitu dan menasehati aku segala macem untuk sangat-sangat berhati-hati di Jakarta, mau gak mau aku jadi terpengaruh juga. Bawaannya jadi gampang curiga sama orang lain yang baru ditemui. Ckckckk... sungguh gak bisa hidup dengan tenang (>_<)
Tapi selama 1 minggu ini tinggal di Jakarta, aku jadi punya beberapa pengalaman yang bahkan gak pernah ku bayangkan sebelumnya.

Mulai dari hari pertama aku tiba di Jakarta. Tepatnya di stasiun senen.
Waktu itu kereta sudah nyampe Stasiun senen sekitar pukul 6 pagi hari minggu (07 april 2013). Rencananya, ada saudara yang akan menjemput begitu aku tiba di stasiun. Tapi karena -ternyata- sang saudara ku ini tertidur pulas dan gak bisa dibangunkan dengan lebih dari 50x deringan ponsel, akhirnya mau gak mau aku harus menunggu dia selama lebih dari 3jam di stasiun. Uuuhh (>_<)

Nah pada saat itu seperti biasa, banyak bapak-bapak tukang ojek dan taksi yang nyari penumpang. Mereka nawarin juga ke aku. Tapi karena waktu itu aku masih harus menunggu saudara menjemput dan lagi pesan orang tua ku yang tidak memperbolehkanku kemana-mana sampai saudaraku itu menjemput, jadinya semua tukang ojek dan taksi itu aku tolak. Sayangnya, saat itu ada satu tukang ojek yang agak keukeuh banget nawarin jasa ojeknya ke aku. Sudah ditolak dengan halus, masih aja nawarin dengan sedikit memaksa.

Karena kelaparan, jadinya aku ke warung yang ada distasiun untuk mengisi perut. Karena takut mengganggu pengunjung yang lain, jadi koper yang aku bawa aku letakkan agak jauh dariku, namun masih dalam pengawasan. Tiba-tiba si bapak tukang ojek yang sedari tadi nawarin ojekannya, nyamperin aku lagi. Masih aja setengah memaksa, sampe aku jengkel sendiri. Dan karena itu bapak ngehalangin pandanganku dari koperku, jadi aku celingukan ngeliatin koperku.

Tiba-tiba, si bapak teriak "Itu koper isinya duit berapa milyar mbak? Gue gak mau ngerampok. Takut amat.."
Spontan saya langsung mlongo.Ini bapak kenapa sih ah? Kenapa tiba-tiba teriak begitu coba?
Dengan terbengong-bengong aku liatin aja itu bapak yang berjalan nyamperin temennya. Eh, itu bapak ternyata ngomong sama temennya kalau katanya aku ketakutan, gak mau naik ojek karena takut dirampok bawa duit sekoper. Gilaa...!
Aku merengut aja tuh gara-gara si bapak. Asem bener diteriakin begitu -___-"

Kamis, 18 April 2013

Finding Srimulat - Tersimpan banyak kejutan

Awalnya waktu fazza ngajakin nonton film finding srimulat, aku sempet agak ogah-ogahan. Dalam hati bertanya-tanya, aduh apaan sih? Kenapa gak nonton yang lain aja cobaa..

Tapi akhirnya, yaudahlah saya sama mas teguh ngikut aja. Sekali-kali nyenengin temen kan gak dosa :D



Sebelum nonton juga aku gak nyari-nyari info tentang ini film. Sinopsis, pemain atau lainnya aku gak mau tau karna awalnya, kirain nih film isinya cuma dagelan ala srimulat doang. Jadi aku pikir pemainnya ya orang-orang srimulat doang Eh, ternyata saya salah! Ada Reza Rahadian (sebagai Adi) dan Rianti Cartwright (sebagai Astrid) juga di film Finding Srimulat ini.


Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata isi film ini gak melulu tentang dagelan (humor) nya srimulat. Ada scene perjuangan dan scene yang bikin mengharu-biru juga. Dan yang paling aku suka, di film ini banyak kata-kata yang bisa dicuplik :))

" Semua orang punya mimpi. Tapi gak semua orang bisa ngewujudin mimpinya "
 Atau..
" Dibalik kesuksesan Pria, ada Wanita yang gelisah "
Hahahaa..kalo dipikir-pikir ya emang bener. Memang, biasanya, dibalik kesuksesan Pria ada Wanita hebat dibelakangnya. Tapi kalo Pria-nya sudah sukses ya si Wanita-nya bisa jadi malah gelisah mulu :))

Satu lagi kalimat yang aku kutip dari film ini...
 " Kalau sudah ketemu jodoh, kenapa harus lama-lama? Apalagi yang mesti ditunggu? "
Nah...aku agak lupa tuh sama kalimat pastinya yang ini. Tapi kurang lebih seperti itu deh :D
Dan...aku suka sama kalimat yang itu! Entah kenapa rasanya emang bener aja gitu kalo dipikir-pikir. Kalo sudah ketemu sama orang yang tepat, kenapa harus berlama-lama lagi mengulur masa single?
Wong katanya nikah itu enak kok! katanya sih. hehehe ^^

Itu aja sih.
Jadi intinya, lewat film finding srimulat ini bisa kita bisa tertawa dan menikmati sisi mengharu-biru sekaligus. Bahkan kita bisa melihat sosok seorang Tessi yang biasanya begitu gemulai, menangis dan menitikkan air mata.

Oiyaa...satu lagi yang agak mengejutkan!
Ada sosok bapak Jokowi di film ini loh! ^__^

Finding Srimulat - Selamatkan Indonesia dengan Tawa :))

Kamis, 11 April 2013

Every Single Time with English

24 jam dalam seminggu ngomong pake english. Dimana-mana ketemunya sama orang yang ngomong pake english. Nahloh, ini dimana sih? Di indonesia kan? Tapi kenapa ngomongnya pake english?

Yupss... Itu di Kampung English Pare Kediri tuh yang kayak begitu. Seperti yang pernah ku tulis disini nih. Hampir semua orang dari semua kalangan pun ngomongnya pake english. Gak ketinggalan para penjual pentol, gorengan, siomay, batagor, dan lain-lain. Waahh... keren kan!?! :D

Namanya di Kampung English, tempat (bisa dibilang pusat) belajar bahasa Inggris di Indonesia ada begitu banyak lembaga kursus atau klub yang bisa membantu untuk belajar bahasa Inggris dengan berbagai macam metode. Tinggal pilih mau fokus belajar Speaking, Grammer, Writing, TOEFL atau IELTS.

Salah satunya Survivor English Club. Club yang satu ini lebih fokus ke Speaking, ketimbang grammar dan yang lain. Dengan tutornya yang agak nyeleneh *ditabokin* Mr John dan Mr Heri, kamu bisa ngembangin speaking english kamu disini. Mulai dari Speech, presenter, orator, sampe stand up comedy loh! Bayangin aja gimana susahnya tuh stand up comedy pake english!? Pake bahasa indonesia aja, kadang masih ribet kan? Masih garing gitu deh. Nah ini pake English!
Tapi ya itulah salah satu kelebihan dari Survivor English Club. Berbeda dalam artian positif :)

Di Club yang beralamat di Jl. Flamboyan no 155 Tulung Rejo, Pare, Kediri ini juga ada tempat tinggal (camp) buat cowok atau cewek. Keuntungannya kalo tinggal di camp,  bisa praktek ngomong english tiap saat. Karena disini ada peraturan harus pake english setiap saat. 24x7. All times with english. Every single time, every single day. Dan karna ini peraturan, jadi ada sanksi nya juga kalo ngelanggar. Saat aku masih tinggal di camp ini sih (bulan januari-maret 2013), sanksinya push up 10x buat cowok, dan scot jump 10x buat cewek. Dan hukumannya harus dilaksanakan pada saat itu juga. Saat ngelanggar aturan dan ngomong pake bahasa indonesia dan di tempat itu juga. Gak peduli lagi banyak orang atau sepi. Wuihh...

Makanya menurutku ini tempat beneran keren deh buat belajar ngomong inggris. Saran ini diberikan atas pengalaman pribadi loh. Untuk sakit berlanjut hubungi dokter terdekat (loh?) ^^

Minggu, 17 Maret 2013

Hidup dan terpaksa hidup

Katanya, hidup ini begitu indah. Yaahh...begitu indah untuk mereka yang mendapatkan segalanya dalam hidup mereka. Hingga tidak pernah terlintas dibenak mereka bagaimana jadinya jika mereka harus meninggalkan semua kebahagiaan itu.


Hidup ini begitu indah. Untuk mereka kaum mayoritas. Bukan kaum minoritas yang sering kali harus "terpaksa" selalu menoleransi segala perbedaan dan menelan segala ketidak adilan.
Hidup ini begitu indah untuk mereka yang punya kebebasan melakukan apapun yang mereka inginkan.
Bagi sebagian orang, hidup bukan sekedar bagaimana bisa makan hari ini. Tapi bagaimana mempertahankan kehidupannya diatas keterbatasan. Terbatas mengeluarkan segala ide diotaknya karena orang disekelilingnya akan memandang aneh padanya. Terpaksa menyimpan rapat-rapat apa yang hatinya sukai atau orang-orang akan mencemooh dan mengucilkannya.
Katanya, negara ini merdeka dan punya undang-undang untuk melindungi hak asasi setiap penduduknya. Benarkah semua itu nyata?
Lantas kenapa masih saja ada orang yang mengolok orang lain hanya karna perbedaan minat?
Sedikit saja perbedaan, terkadang oleh masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang. Bukankah Tuhan menciptakan perbedaan untuk saling menghargai? Sudah tak lagi adakah Indonesia yang "berbeda-beda tetapi tetap satu jua"?
Atau...aku yang salah mengartikan rangkaian kalimat sakti itu??
Tak kudapat jawabannya dari rumput yang bergoyang...

Kamis, 28 Februari 2013

Nasib perantau

Merantau. Tinggal jauh dari rumah itu memang gak mudah. Kita harus bisa mengurus segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita sendiri. Mengatasi masalah yang mungkin belum pernah kita hadapi sebelumnya.
Biasanya yang sering dihadapi itu masalah duit atau kesehatan. Wuiihh... gaenak banget tuh kalo sakit di perantauan.
Sudah 2 bulan terakhir ini, aku merantau ke pare, kediri. Yups! Aku 'bertapa' di kampung english pare :))
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku merantau, jauh dari rumah. Tapi entah kenapa kali ini sedikit berbeda..
Pada minggu ketiga tinggal di Pare, tiba-tiba badanku demam. Aku sakit. Dan entah kenapa, sampai pingsan segala. Padahal sebelumnya aku belum pernah sakit sampe pingsan dan digotong banyak orang.
Sampai selama 1 minggu lebih, badanku belum bisa kembali fit, meski masih bisa dipaksakan untuk beraktifitas seperti biasa.
Dari situ aku bisa ambil kesimpulan. Sakit itu beneran gak enak! Jadi aku gak mau-mau sakit lagi deh! Apalagi jauh dari orang tua. Harus pinter jaga diri :))
Pokoknya hidup jauh dari keluarga itu harus pinter-pinter jaga diri. Jaga hubungan baik sama orang-orang disekitar juga. Karna suatu saat kita pasti butuh mereka. Kan mereka yang di dekat kita yang akan membantu kita, bukan orang lain yang tinggal jauh dari kita. Right? :))

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More